Siapa pelaku perampokan uang milik BNI itu masih gelap. Spekulasi pun bermunculan, termasuk dugaan keterlibatan 'orang dalam'. Spekulasi ini sah-sah saja mengingat beberapa kasus perampokan serupa selalu melibatkan orang dalam.
Inilah 3 kasus yang menonjol:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil PT Trans National Solutions yang mengangkut uang Rp 2,46 miliar untuk dimasukkan ke berbagai ATM, dirampok saat mobil melintas di Jl Kebagusan, Jakarta Selatan. Perampokan ini melibatkan Briptu Sukamto yang turut mengawal mobil.
Briptu Sukamto ternyata adalah polisi gadungan. Perampokan ini didalangi empat anggota Brimob Kedung Halang, Bogor.
4 Oktober 2006
Mobil pengangkut uang PT Armorindo Artha yang membawa uang Rp 2,75 miliar dirampok di jalan DI Panjaitan flyover Cawang pukul 07.00 WIB. Uang itu hendak dimasukkan ke sejumlah ATM. Perampokan melibatkan pegawai PT Armorindo yaitu Endang Syarifudin, Pratu Toni Sastra dan Pratu Armindo.
Pemimpin operasi ini adalah mantan anggota TNI AD Sulistyo Eryawadi bekerja sama dengan Yulida Arifin alias Ipin, Nuryanto, Ayep Syarifudin, Seno dan Tabrani. Komplotan ini ada yang telah ditangkap, ada yang belum.
24 Oktober 2008
Abdul Haris, satpam PT Certis Cisco, mencuri uang Rp 1,2 miliar yang dibawa mobil Cisco. Pencurian terjadi saat mobil parkir di Ruko Taman Cibodas, Jatiuwung, Tangerang. Saat itu rekan-rekan Abdul Haris sedang salat Jumat. Abdul Haris mengambil uang itu ke sejumlah ransel. Abdul kepergok warga dan dipukuli.
(nrl/asy)











































