"Memang iya, itu namanya dana optimalisasi. Tiap tahun kita gunakan karena memang bisa digunakan, dan itu bukan temuan ICW. Tapi pernah diumumkan oleh Pak Menteri sendiri," ujar Ghafur saat dikonfirmasi detikcom, Jakarta, Senin (13/7/2009).
Depag juga menyangkal pernyataan ICW menyitir Depag bahwa ongkos naik haji tahun ini tidak naik itu bohong. Menurut Ghafur, ongkos tidak naik tapi kurs yang naik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ghafur juga mencontohkan jika hal itu seperti halnya kita membeli sebuah mobil baru.
"Misalkan harga sebuah mobil tahun lalu US$ 1000, tahun sekarang juga segitu. Tapi tapi tahun lalu dolar cuma Rp 9.300 sekarang Rp 10.200 per dolar," terang Ghafur.
Tahun ini pun akan ada kenaikan ongkos haji yang disebabkan oleh naiknya dolar terhadap rupiah. Mengingat dalam ongkos haji 0,27% saja yang menggunakan rupiah, sisanya dolar.
"Dulu per dolar hanya Rp 9.400, sekarang Rp 10.200. Jadi ada kenaikan sebesar Rp 800 per dolar dari US$ 3.500, tapi tergantung embarkasinya," terang Ghafur. (her/nrl)










































