Polisi Akan Gelar Otopsi Jenazah Selasa Besok

WN Belanda Tewas Ditikam

Polisi Akan Gelar Otopsi Jenazah Selasa Besok

- detikNews
Senin, 13 Jul 2009 13:34 WIB
Polisi Akan Gelar Otopsi Jenazah Selasa Besok
Samarinda - Tim forensik Polda Kalimantan Timur (Kaltim) dijadwalkan melakukan otopsi jenazah Pleizer (26), mahasiswa S2 berkewarganegaraan Belanda, yang tewas dengan 13 luka tikam senjata tajam. Otopsi digelar di RSUD Tarakan setelah mendapat jawaban resmi dari Kedutaan Belanda di Jakarta.

"Selasa (14/7/2009) siang besok diotopsi. Jadwalnya, forensik Polda Kaltim baru berangkat pukul 9.30 WITA ke Tarakan," kata Kapolres Nunukan AKBP Purwa Cahyoko kepada detikcom, Senin (13/7/2009).

Diungkapkan Cahyoko, otopsi dipastikan tanpa dihadiri pihak keluarga Pleizer. Jawaban resmi kedutaan Belanda yang diterima Kepolisian mewakilkannya kepada perusahaan asuransi jiwa yang berkantor di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang kebiasaan seperti itu, menggunakan perwakilan," ujarnya.

Upaya Kedubes Belanda untuk diperkenankannya tindakan otopsi, tidak berjalan mulus. Pihak keluarga Pleizer di Belanda menyatakan keberatannya apabila jenazah korban diotopsi.

"Karena keluarganya sudah ikhlas, Pleizer meninggal akibat perbuatan kejahatan. Jadi menilai tidak perlu ada otopsi," imbuh Cahyoko.

Kendati demikian, Kepolisian tidak menerima keberatan keluarga dan menyatakan tetap akan melakukan otopsi sebagaimana yang diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang berlaku di Indonesia.

"Polri tetap menyatakan harus melakukan otopsi. Peraturannya (KUHP) kan memang seperti itu," terang Cahyoko.

Memperkuat pernyataan Cahyoko, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Rudi Pranoto membenarkan upaya tindakan otopsi terhadap jenazah Pleizer. Menurutnya, hasil otopsi memperkuat bukti Kepolisian di Kejaksaan hingga di pengadilan, untuk memastikan penyebab kematian yang menyangkut WNA.

"Kalau ada masalah atau mungkin gugatan di kemudian hari, bagaimana? Tentu kita antisipasi seperti itu," pungkas Rudi.

Seperti diberitakan, Pleizer tewas setelah ditikam Basri (27), warga Jl Radio Dalam, Nunukan, Kaltim, Jumat 10 Juli lalu. Nyawa korban tidak terselamatkan setelah berada di RSU Nunukan. Jenazah pun dilarikan ke RSUD Tarakan dikarenakan tidak adanya fasilitas kamar pendingin di RSU Nunukan. Tersangka ditangkap dan kini mendekam di sel tahanan Polres Nunukan.

(irw/irw)


Berita Terkait