"Kita isolasi karena statusnya memang suspect flu babi," kata Agus Widjaja, Direktur Utama RSU Mataram kepada detikcom, Senin (13/7/2009).
Warga negara Prancis ini dirujuk ke RSU Mataram tadi malam pukul 22.45 WITA. Semula ia dirawat di Rumah Sakit Islam Siti Hajar, Mataram, karena demam tinggi dan menderita flu. Suhu badannya di atas 38 derajat celcius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keterangan sementara menyebutkan korban bekerja di kawasan wisata Gili Terawangan sebagai Master Diving. Menurut Agus, sepekan terakhir, korban berlibur ke Thailand dan mampir di Bali. Selepas berlibur, VA menderita flu, dengan demam tinggi disertai batuk dan sesak nafas.
VA kembali ke Lombok tidak melalui Bandara Selaparang. Ia datang menggunakan
kapal cepat langsung dari Bali. Tak adanya alat pemindai suhu tubuh di pelabuhan laut, menyebabkan VA tidak langsung terdeteksi dan mendapat perawatan segera. Dilaporkan juga, di Bali, VA sempat mengonsumsi obat penurunan panas.
Sejauh ini, wisatawan yang datang dari Bali melalui pintu masuk pelabuhan laut di Lombok tidak diperiksa ketat. Tak ada alat pemindai suhu tubuh layaknya seperti di terminal kedatangan internasional di bandara.
Saat ini, lebih dari 200 orang wisatawan asing tiap hari datang dari Bali ke Lombok melalui pelabuhan laut.
Dokter telah mengambil sampel lendir di tenggrorokan VA dan dikirim ke Laboratorium Departemen Kesehatan di Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut. Paling telat kata Agus, hasil pemeriksaan itu akan diterima RSU Mataram dalam waktu sepekan.
(irw/irw)











































