"Informasi yang kita dapat dia berada di sana," kata juru bicara KPK Johan Budi di KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Minggu (13/7/2009).
Anggoro adalah tersangka dugaan suap dalam proyek SKRT pada 2006-2007.
Perusahaannya adalah penyedia alat komunikasi tersebut. Proyek SKRT itu bernilai Rp 180 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPK pun tengah berupaya untuk melacak posisi Anggoro di negeri jiran itu dan tengah mengupayakan agar yang bersangkutan bisa dipulangkan. "Kita sudah kirim tim," imbuhnya.
Dalam kasus dugaan suap proyek SKRT ini diduga terlibat beberapa anggota Komisi IV DPR, antara lain Hilman Indra, Azwar Chesputra, dan Fahri Indra Leluasa.
(ndr/nwk)











































