"Mengutuk keras pembantaian tersebut dan menganggapnya sebagai kejahatan
terhadap kemanusiaan dan pelanggaran HAM berat. Pembantaian tersebut merupakan genoisida dan pembersihan etnis dan agama (ethnic and religion's
cleansing),"ujar Wakil Sekjen World Islamic Peoples's Leadership (WIPL)/ Kepemimpinan Rakyat Islam Sedunia (KRIS) Din Syamsuddin.
Hal itu disampaikan Din dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (12/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mendesak PBB untuk segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan
pembantaian tersebut dan memberi sanksi atas Pemerintah RRC agar tindakan
biadab tersebut tidak terulang lagi," tegas Din.
Din menambahkan selain PBB, OKI dan negara-negara cinta damai serta lembaga kemanusiaan internasional mendesak RRC menghentikan pembantaian tersebut. Umat Islam Uighur harus harus diberi kebebasan untuk menjalankan agamanya.
"Menyerukan umat Islam se-dunia untuk berdoa bagi keselamatan umat Islam
Uighur dan mengusahakan memberi bantuan yang diperlukan," tandas Ketua PP Muhammadiyah itu.
(nwk/amd)










































