Hal itu disampaikan Kepala DKK Kota Balikpapan Dyah Muryani ketika dihubungi detikcom melalui telepon, Minggu (12/7/2009).
"Pak Wali Kota selaku Kepala Daerah yang memutuskan. Kami sudah usulkan KLB," kata Dyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak keluar negeri,tapi positif flu babi. Itu menjadi perhatian serius kami karena di Balikpapan,flu babi menular antarmanusia" ujar Dyah.
Dijelaskannya pula, pasien flu babi di Indonesia sejauh ini, umumnya memiliki riwayat perjalanan dari negara pandemi diantaranya Thailand dan Singapura serta dari negara barat lainnya. Rencana menetapkan Balikpapan berstatus KLB, sambung Dyah, tidaklah berlebihan dan gegabah.
"Supaya masyarakat,khususnya Balikpapan, lebih mewaspadai flu babi. Dengan KLB, petugas kesehatan akan lebih mudah melakukan sterilisasi rumah warga dan hotel yang dihuni WNA di Balikpapan," tutupnya.
Selain FC,pasien flu babi lainnya,RH (26), masih menjalani perawatan isolasi RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Meski dilaporkan kondisi FC dan RH terus membaik, Pemkot Balikpapan terus memperketat pengawasan jalur kedatangan WNA melalui Bandara Sepinggan Balikpapan.
(rdf/rdf)











































