Meski positif terinfeksi Flu Babi, FC tetap menjalani perawatan isolasi di rumahnya, kompleks perumahan Total Indonesia.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Sutarnyoto saat berbincang dengan detikcom melalui telepon, Jumat (10/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemeriksaan terhadap FC dilakukan pada cairan kelenjar dan swap ingus hidung. FC yang bekerja di perusahaan minyak dan gas Total Indonesia milik Perancis itu tidak memiliki riwayat kontak dan perjalanan ke luar daerah maupun negara pandemi flu babi.
"Untuk penyebabnya kami selidiki karena tidak ada kontak itu tadi. Tapi secara umum, kondisinya sudah membaik sampai dengan hari ini," ujar Sutarnyoto.
Dengan demikian, kasus flu babi telah menyerang 2 orang di Kaltim. Keseluruhannya adalah WNA di Balikpapan.
Sutarnyoto menjelaskan, selain RH dan FC, 3 pasien suspect masing-masing warga Norwegia KI (30) yang dirawat di ruang isolasi RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda serta SD (30) dan KR (8), yang juga menjalani perawatan isolasi di rumahnya di Balikpapan, masih dalam pemantauan tim Dinas Kesehatan.
"Untuk KI warga Norwegia, hasil laboratorium Balitbangkes akan segera kita ketahui dalam waktu dekat," tambah Sutarnyoto.
Menyusul bertambahnya kasus pasien positif flu babi, kata Sutarnyoto, pihaknya telah menginstrusikan ke seluruh Dinas Kabupaten dan Kota untuk semakin meningkatkan kewaspadaan dan menyebarluaskan antisipasi dini terhadap penyebaran flu babi.
"Kalau pilek itu sudah harus waspada dan sebaiknya segera ke medis terdekat. Meski kasus flu babi, tingkat kematian rendah, tapi penyebarannya begitu cepat dan kita harus waspada dan siaga," tutupnya.
(lrn/lrn)











































