Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Sutarnyoto ketika dihubungi detikcom melalui telepon,Jumat (10/7/2009).
"Pasien SD dan KR tidak ingin dirawat di rumah sakit. Pihak rumah sakit pun tidak berwenang memaksanya," kata Sutarnyoto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka tidak boleh keluar rumah, sampai benar-benar dinyatakan aman," ujar Sutarnyoto.
Demikian pula dengan FC (41), warga negara Prancis yang juga menjalani perawatan isolasi di rumahnya, kompleks Total Indonesia di Balikpapan. "Tidak membahayakan. Kondisinya FC sudah semakin baik. Pemeriksaan medis oleh perusahaan, sangat baik dan cepat," imbuh Sutarnyoto.
SD dan KR awalnya masuk RSKD Balikpapan pada 6 Juli 2009 lalu dengan gejala demam dan batuk. Keduanya mengalami gejala tersebut setelah berpergian dari Australia.
(djo/djo)











































