Buaya Harusnya Bantu Cicak, Jangan Merasa Tersaingi

Cicak Vs Buaya

Buaya Harusnya Bantu Cicak, Jangan Merasa Tersaingi

- detikNews
Jumat, 10 Jul 2009 16:34 WIB
Buaya Harusnya Bantu Cicak, Jangan Merasa Tersaingi
Jakarta - Analogi cicak dan buaya seperti statemen Kabareskrim Komjen Susno Duaji dinilai sungguh tidak pantas. Namun jika memang mengaku sebagai buaya, seharusnya Polri membantu cicak untuk menangkap para gembong koruptor.

"Itu analogi yang sungguh tidak tepat, masak lembaga negara diumpamakan dengan binatang?" kata pengamat korupsi Zaenal Arifin Mochtar saat berbincang dengan detikcom, Jumat (10/7/2009).

Menurut Zaenal, sebenarnya selama ini fungsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah membantu kerja polisi dalam pemberantasan korupsi. Selama ini, polisi dan kejaksaan dianggap gagal dalam memberantas tikus-tikus yang mengambil uang negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya heran kenapa polisi selalu merasa tersaingi. Kalau memang dia buaya, harusnya kan membantu cicak, bukan tersaingi," kata pria yang juga dosen di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Zaenal mengatakan, jika dibandingkan secara kelembagaan, sebenarnya KPK lebih besar dari Polri. "KPK itu kan lembaga negara independen, sedang Polri hanya lembaga di jajaran eksekutif. Jadi ya besar KPK," katanya.

Selain kontroversi, muncul juga gerakan Cintai Indonesia Cintai KPK atau disingkat CICAK. Gerakan ini muncul sebab penggerak antikorupsi tidak terima KPK dikecilkan dengan sebutan 'cicak' oleh Susno.

(ken/iy)


Berita Terkait