Sepertin dilansir Deutsche Welle, Jumat (10/7/2009) Markel diagendakan bertemu dengan Mubarak di sela-sela pertemuan G8 di L'Aquila, Italia. Pertemuan ini secara khusus akan membicarakan kasus Marwa El Sherbini (32), perempuan muslim yang ditikam di pengadilan Dresden 1 Juli 2009 silam.
Menyusul berbagai protes dari komunitas muslim Jerman, juru bicara pemerintah Federal Jerman, Thomas Steg, segera memberikan pernyataan publik. Menurut Steg, pemerintah Jerman turut menyesalkan tragedi ini dan tidak berdiam diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Perdana Menteri negara bagian Sachen, Stanislaw Tillich, dan Dubes Mesir untuk Jerman juga membesuk suami Marwa di rumah sakit.
Marwa adalah seorang apoteker dan suaminya adalah mahasiswa program doktor di Dresden. Pada Agustus 2008 saat sedang bermain dengan putranya di taman bermain, Marwa dimaki-maki oleh Alexander W (28) sebagai pelacur dan teroris.
Tidak terima dihina, Marwa dan suaminya menuntut Alexander di pengadilan. Dalam persidangan 1 Juli 2009, Alexander mendadak kalap dan tiba-tiba mengeluarkan pisau. Marwa ditikam 18 kali, suaminya juga ikut ditikam. Polisi yang datang ke lokasi malah menembak kaki suami Marwa.
Marwa tewas walaupun nyawa suaminya tertolong. Kejadian ini semakin tragis karena Marwa tewas dalam keadaan tengah mengandung 3 bulan. Peristiwa ini menyulut protes dari warga Muslim Jerman dan di Mesir, terkait lambatnya reaksi pemerintah dan media atas tragedi ini.
(fay/nrl)











































