"Saya kok lihat Bapak yang di situ kok bicara terus dari tadi. Tolong didengarkan," tutur SBY sambil menunjuk seorang karyawan PT DI yang duduk di antara ratusan karyawan PT Pindad dan PT DI di Hangar Pesawat C-235 Kompleks PT DI, Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/7/2009).
SBY mengingatkan karyawan tersebut saat memberikan sambutan terkait dengan kemampuan bangsa Indonesia untuk menciptakan atau mengkreasikan alat-alat militer buatan dalam negeri.
Sebelum memarahi karyawan tersebut, SBY menjelaskan bahwa Indonesia harus malu jika terus mengimpor alat-alat pertahanan dari luar negeri seperti senapan, peluru, dan sepatu.
"Harusnya kita malah yang justru bisa mengekspor," kata SBY.
Dalam kesempatan ini SBY juga menjelaskan produk-produk alutsista dalam negeri harus bisa bersaing di dunia internasional kalau ingin berkembang di masa yang akan datang.
Terkait dengan panser, SBY menjelaskan sejak 2005 lalu pemerintah telah mencanangkan apa pun yang bisa dibuat di dalam negeri harus dibuat. Seperti apakah itu alutsista atau pun produk-produk lain yang menjadi kebutuhan bangsa Indonesia.
Pengadaan panser ini, sebelumnya, merupakan inisiatif Wapres Jusuf Kalla (JK) . JK beberapa waktu lalu meminta Pindad memproduksi panser sehingga TNI tidak perlu mengimpor alutsista ini. (nik/iy)











































