WN Amerika Di Balikpapan Positif Flu Babi

WN Amerika Di Balikpapan Positif Flu Babi

- detikNews
Kamis, 09 Jul 2009 23:19 WIB
Samarinda - Kasus flu babi terus bertambah. Kali ini di Balikpapan, Kalimantan Timur diketahui seorang warga Amerika Serikat (AS) RH (26) terdeteksi positif flu babi.

"Hasil laboratorium positif flu babi kita terima sore tadi," kata Direktur RSKD Balikpapan dr Muhammad Syafak Hanung melalui telepon, Kamis (9/7/2009).

Kini, RH dirawat di ruang isolasi Karamunting RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan (RSKD). Pihak rumah sakit, menerima hasil laboratorium sampel darah dari Balitbangkes di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hanung, RH merupakan pasien pertama di Kaltim yang dinyatakan positif menderita flu babi. Ruang isolasi tempat perawatannya, kini ditunggui sejumlah perawat khusus, lantaran RH tidak memiliki keluarga di Balikpapan. Meski positif flu babi, namun kondisi RH semakin membaik yang ditandai dengan suhu badan normal, tidak batuk dan pilek.

"Dia sudah tidak diinfus. Kondisi psikis juga membaik dan akrab dengan perawat yang merawatnya," imbuh Hanung.

RH diketahui suspect flu babi, sejak Senin 6 Juli lalu. Pria kelahiran Afrika Selatan yang tinggal di Amerika Serikat itu sebelumnya usai melakukan perjalanan dari Amerika tujuan Jakarta dengan transit di Thailand dan Singapura. Saat awal masuk, lanjut
Hanung, suhu badan mencapai 38 derajat celsius disertai gejala pilek dan batuk-batuk.

"Saat itu kita langsung tindaklanjuti dengan pemeriksaan gejala dini dan segera mengirimkan sampel darahnya," terang Hanung.

Sedangkan, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Sutarnyoto ketika dikonfirmasi terpisah mengatakan, seorang warga berkewarganegaraan Perancis di Balikpapan, diduga ikut menderita suspect flu babi. Saat ini, warga Prancis tersebut berada dalam perawatan klinik milik Total Indonesia, salah satu perusahaan minyak asal Perancis yang beroperasi di Balikpapan.

"Tim kami sedang menyelidikinya. Gejala awal berupa batuk dan demam, memang gejala suspet flu babi," tutupnya.

(ndr/sho)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads