pusat tabulasi SMS (real count) di Gedung KPU. Tapi jangan bayangkan kemegahan peralatannya, komputer saja tak satupun disiapkan.
Pantauan detikcom Kamis (9/7/2009), di Media Center
KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, tempat tabulasi SMS dipusatkan, pengunjung hanya disuguhi layar putih besar yang digunakan untuk menayangkan hasil tabulasi SMS lewat proyektor.
Jangankan komputer yang tersusun rapi seperti real count online KPU di Hotel Borobudur April lalu, kursi pun acak adul tak beraturan. Jangankan kopi hangat, air mineral pun harus mengambil di dapur.
Meskipun demikian, Ketua KPU, Abdul Hafiz Anshary, mengklaim ini lebih baik
membanggakan tabulasi SMS lebih baik dari system scanning yang diterapkan
dalam Pileg 9 Juli lalu.
"Ini kan lebih baik, cuma kendalanya ada yang KPPS tidak punya handphone,"
pamer Hafiz, saat ditemui wartawan di ruangan kerjanya.
Namun ada hal yang sama antara real count pilpres dan real count pileg.
Keduanya mengejar angka sama, target keduanya hanya 20 persen saja. "Target
kita ya hanya 100 ribu TPS, sekitar 20 persen saja yang daftar dari 450 ribu di seluruh Indonesia " ujar Hafiz, bangga.
(van/anw)











































