Ketua KPU: Sikap Yusril Tak Terpuji

Ketua KPU: Sikap Yusril Tak Terpuji

- detikNews
Rabu, 31 Mar 2004 21:50 WIB
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menilai kecaman yang dilontarkan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra tidak mencerminkan sikap terpuji sebagai seorang birokrat. Ancaman Yusril yang akan memenjarakan anggota KPU, justru menginjak martabat bangsa."Mentang-mentang dia ketua umum parptai politik (Partai Bulan Bintang) yang sekaligus Menteri Kehakiman dan HAM, lalu mengancam penjara," kata Ketua KPU Nazaruddin Samsudin kepada wartawan sore ini usai pertemuannya dengan Parlemen Australia di kantor KPU, Jakarta.Seperti diketahui beberapa hari terakhir ini Yusril membuat pernyataan akan menggugat pidana kepada anggota KPU jika pemilu dilaksanakan tidak serentak pada 5 April nanti. Perlu diketahui pernyataan itu dilatarbelakangi dengan belum sampainya logistik keperluan pemilu di tingkat kelurahan pada H-10 lalu. Sehingga muncul wacana penundaan pelaksanaan pemilu. Lebih lanjut Nazaruddin mengatakan, apabila Yusril hanya seorang Ketua Umum PBB, maka akan menggugat pidana kepada anggota KPU jika terlambat dalam melaksanakan pemilu. pasti akan menginginkan KPU tetap independen dan tegas kepada semua peserta pemilu. Termasuk terhadap pemerintah dan DPR dalam konteks penyiapkan payung hukum bagi pelaksanaan pemilihan umum susulan. Pihak kementrian kehakiman dan HAM sendiri, sejak Jum'at lalu sudah menyelesaikan draft peraturan pengganti perundang-undangan (Perpu) sebagai payung hukum untuk keperluan di atas. Bahkan Yusril juga pernah mengatakan, agar Anggota KPU Mulyana W. Kusumah dan Hamid Awaluddin untuk mengambil rancangan Perpu tersebut ke kantornya. "Apa dia nggak ngerti, KPU itu lembaga independen, presiden aja ati-ati dalam memanggil kita," ujar Nazar kesal. "Kalau dia terus bersikap seperti itu, sama saja dia menginjak-injak harkat bangsa".Ia menambahkan bahwa KPU dan pemerintah memiliki tugas masing-masing dalam mensukseskan pemilu. Keduanya memiliki kewajiban yang sama untuk menjalankan tanggung jawabnya. "Tidak perlu bersikap berlebihanlah begitu", sambungnya. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads