Kampanye Terakhir PDIP Yogyakarta Diwarnai Keributan
Rabu, 31 Mar 2004 21:33 WIB
Yogyakarta - Putaran terakhir kampanye PDIP di Yogyakarta, hari ini Rabu (31/3/2004) diwarnai beberapa keributan. Keributan tersebut terjadi seusai menghadiri rapat umum di Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Sedikitnya terjadi empat bentrokan baik antar massa PDIP sendiri, dengan aparat keamanan dan warga masyarakat. Adapula massa yang menabrak seorang penonton kampanye di pinggir jalan hingga harus dirawat di rumah sakit.Keributan pertama terjadi di daerah Kotagede Yogyakarta, massa PDIP saat berkonvoi melakukan pengrusakan sebuah posko milik salah satu parpol.Mereka sempat melempari posko dengan batu dan pentungan kayu.Keributan kedua terjadi di daerah Pendowoharjo Kecamatan Sewon Bantul,empat sepeda motor polisi milik Unit Perintis Sabhara (UPS)dirusak simpatisan PDIP. Ratusan sepeda motor massa PDIP saat konvoi di jalan Bantul, petugas dari Polres Bantul melihat ada peserta konvoi yang membawa clurit.Namun ketika petugas hendak menangkap, massa lainnya berusaha menghalang-halangi.Bahkan ada massa yang memukul petugas serta melakukan pengrusakan terhadap empat sepeda motor trail UPS. Akibatnya, Bripda Purwanto angota UPS Polres Bantul mengalami luka memar di bagian punggung,lengan. Petugas akhirnya berhasil menangkap Heri Kuswanto (25) yang membawa sebuah clurit di balik bajunya serta menyita 30-an bambu di bagian ujungnya runcing dan pentungan kayu.Keributan ketiga terjadi di depan Hotel Sri Manganti Jalan Urip Sumoharjo Yogyakarta.Dua kelompok massa PDIP dari lain wilayah terlibat perkelahian. Awalnya,dua kelompok itu berpapasan diperempatan Demangan kemudian terjadi serempetan sehingga menimbulkan kesalahpahaman yang berbuntut perkelahian.Kasus kempat terjadi di Kampung Klitren Gondokusuman Jalan Urip Sumoharjo antara massa PDIP dengan warga sekitar yang tengah menonton konvoi.Peristiwa itu terjadi ketika ada sekelompok massa PDIP yang berbuat anarkis melakukan pelemparan sehingga menimbulkan kemarahan warga.Warga Klitren marah, akhirnya mengejar kelompok PDIP yang bersepeda motor. Dalam kejadian itu, dua sepeda motor milik simpatisan PDIP tertinggal yang langsung dirusak massa. Suzuki Smash nomor polisi AB-4793-SE dan Shogun nopol AB-5908-SS.Berkaitan dengan kasus di jalan Bantul, Kapolres Bantul AKBP Andrianto Basuno ketika dikonfirmasi menyangkal adanya pengeroyokan simpatisan PDIP terhadap anggota polisi maupun perusakan sepeda motor milik petugas.Menurut Andriyanto, saat konvoi sepeda motor petugas terserempet peserta konvoi. hal itu terjadi karena tidak ada unsur kesengajaan. Namun dia membenarkan kalau ada massa PDIP yang membawa clurit dan kayu pentungan yang ujungnya runcing.Sementara itu secara terpisah Ketua DPD PDIP DIY, Djuwarto mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya insiden tersebut. Namun Djuwarto menyampaikan permintaan maaf jika selama masa kampanye ini masyarakat merasa kurang nyaman.
(jon/)











































