Caleg PNBK Sumsel Jalan Mundur

Caleg PNBK Sumsel Jalan Mundur

- detikNews
Rabu, 31 Mar 2004 18:30 WIB
Palembang - Seorang caleg Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) untuk DPRD Kota Palembang berjalan mundur. Caleg yang berprofesi tukang becak ini menyindir mundurnya peran legislatif dan eksekutif.Aksi yang cukup kreatif dan menarik perhatian ini dilakukan Muhammad Solikin. Dia berjalan mundur mulai dari tangga samping Gedung DPRD Sumatera Selatan jalan POM IX Palembang pukul 14.00 WIB, Rabu (31/3/2004).Sambil berjalan mundur, pria yang mengenakan kemeja biru, celana jeans, dan topi abu-abu dengan lambang PNBK ini memegang kantong kresek berisi puluhan buku profil dirinya seukuran saku kemeja.Solikin membagi-bagikan buku itu kepada setiap orang yang berpapasan dengan dirinya, sambil tetap berjalan mundur tentunya. Rute yang dilaluinya adalah jalan POM IX dan jalan Kapten A Rivai Palembang.Sekitar pukul 14.45 WIB, Solikin sampai di muka pintu masuk Kantor Gubernur Sumsel. Dia pun langsung dikeliling Polisi Pamong Praja Palembang. Namun setelah dijelaskan misinya, Solikin dibiarkan beraksi.Pria yang membiayai sekolahnya sejak SMP hingga menamatkan kuliah di IAIN Raden Fatah Palembang pada 2000 dengan cara menarik becak ini mengaku dalam keadaan berpuasa saat melakukan aksi jalan mundur."Aksi ini sebagai simbol akibat dewan yang kerjanya mundur, fungsi eksekutif pun mundur. Dampak jauhnya, masyarakat mengalami keterbelakangan dari ekonomi, politik, hingga budaya," kata Solikin kepada wartawan.Mengenai kemunduran kerja DPRD Sumsel, kata Solikin, terbukti saat suksesi Gubernur Sumsel beberapa waktu lalu yang dinilainya penuh dengan indikasi money politics."Saya berharap hasil Pemilu 2004 ini tentunya akan menghasilkan anggota dewan yang memajukan kembali peranan legislatif. Saya rela tak terpilih, tapi mereka yang terpilih harus mampu menegakkan fungsi dan posisi legislatif yang benar," kata pria kelahiran Pati, Jawa Tengah, tahun 1969 ini.Sementara beberapa petugas Polisi Pamong Praja Palembang tampak terpekur diam mendengarkan penuturan pria pendiri Serikat Becak Palembang (SBP) ini. Solikin kemudian bergegas pergi melanjutkan aksi jalan mundurnya. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads