Amien: Pemilu Susulan Lebih 5 % Berdampak Buruk

Amien: Pemilu Susulan Lebih 5 % Berdampak Buruk

- detikNews
Rabu, 31 Mar 2004 17:34 WIB
Solo - Ketua Umum DPP PAN Amien Rais berpendapat Pemilu susulan bisa dilakukan asal tidak boleh lebih dari 5 persen. Lebih dari itu akan berdampak buruk bagi demokrasi. Pemerintah juga harus menyiapkan Perpu agar Pemilu itu dianggap sah. Selain itu Amien juga menilai KPU serakah dan tidak boleh mengulanginya lagi."Harus ditempuh dikeluarkannya Perpu untuk pelaksanaan Pemilu susulan, supaya Pemilu sah karena UU Pemilu sudah dilangar oleh KPU," ujar Amien kepada wartawan usai berkampanye di Stadion R Maladi Sriwedari, Solo, Rabu (30/3/2004).Kepada belasan ribu kader PAN, Amien menyatakan Pemilu susulan bisa dimaklumi jika hanya untuk 3 hingga 4 persen dan dengan catatan tidak ada manipulasi suara. Sedangkan kepada wartawan, Amien mengatakan batas Pemilu susulan harus dibawah lima persen. Lebih dari itu akan berdampak buruk."Pemilu susulan kurang dari lima persen bisa dipahami, asal tidak ada manipulasi suara. Saya kira citra kita tidak akan jatuh hanya karena Pemilu susulan, kalau hanya di wilayah kecil saja. Kalau lebih lima persen, apalagi sampai sepuluh hingga limabelas persen, dampaknya akan sangat buruk. Akan memberi waktu tangan-tangan jahil unjuk kejahilannya itu," katanya.Lebih lanjut Amien menyayangkan KPU yang dianggap telah salah kaprah dalam bekerja sehingga terjadi persoalan dalam penyiapan logistik Pemilu. Amien bahkan menganggap KPU Pusat serakah dengan tidak memberi kesempatan kepada KPU Derah mencetak kotak dan surat suara."Besok lagi KPU jangan serakah. Berikan pembuatan kotak suara dan surat suara kepada KPUD. Saya juga inginkan KPU menjadi decision making body, jangan ikut kontrak kotak maupun surat suara. KPU sudah salah kaprah, seharusnya dia menjadi pelaksana dan supervisi Pemilu, tetapi justru menjadi pelaku tender," paparnya."Padahal dari Sabang sampai Merauke itu luas sekali dan lebih dari 2.000 versi surat suara. Kalau KPU pusat mau sharing dengan KPUD maka tidak akan terjadi seperti ini. Yang jelas, kalau nanti KPU sudah angkat tangan dan menyerah, sebaiknya pemerintah harus segera mengambil alih daripada saling menyalahkan." lanjut Amien.Usai berkampanye di Stadion R Maladi, rombongan Amien mengujungi penghuni perumahan di Kampung Gulon, Jebres, yang pembangunannya dibantu keluarga besar Amien Rais di Solo. Amien datang ke Solo bersama istrinya, Hatta Radjasa beserta istri, Bambang Sudibyo, Harsha J Joesoef, dan lain-lainnya.Istri Amien TerjatuhDalam kampanye putaran terakhir di Solo kali ini, ada peristiwa yang cukup menarik. Istri Amien, Kusnasriyati, terjatuh hingga terlentang saat turun dari tribun menuju panggung karena didesak-desak oleh ribuan massa PAN yang ingin bersalaman. Melihat istri ketua umunya terjatuh, para pengawal Amien segera membangunkannya dan memberikan pengawalan yang lebih ketat. (/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads