Myanmar Kembali Didesak untuk Bebaskan Suu Kyi
Rabu, 31 Mar 2004 15:50 WIB
Jakarta - Myanmar kembali didesak untuk membebaskan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi. Desakan ini disampaikan Amerika Serikat kepada yunta militer Myanmar yang tengah bersiap untuk mengambil langkah pertama dalam "peta menuju demokrasi".Ada spekulasi bahwa Suu Kyi akan dibebaskan sebelum konvensi untuk menyusun konstitusi baru yang aka dimulai pada 17 Mei mendatang. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (31/3/2004).Penguasa militer Myanmar telah mengumumkan tanggal awal konvensi tersebut lewat radio nasional, pada Selasa (30/3/2004) larut malam lalu. Namun pemerintah Washington menegaskan bahwa forum tersebut akan sepenuhnya didiskredit jika diselenggarakan selagi Suu Kyi dan beberapa letnannya masih dalam tahanan rumah."Tentu sangat jelas bagi kami, seperti yang sudah-sudah, bahwa Aung San Suu Kyi dan pemimpin lainnya partai National League for Democracy perlu dibebaskan dari penjara sehingga mereka bisa berpartisipasi penuh dalam persiapan rekonsiliasi nasional dan demokrasi," tegas Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Richard Boucher.Dalam pengumumannya kemarin, rezim Myanmar tidak mengatakan siapa-siapa yang akan mengikuti forum konvensi tersebut. "Agar setiap konvensi konstitusional bisa berhasil, oposisi politik dan kelompok-kelompok etnis harus mendukungnya dan mereka harus dilibatkan dalam persiapan untuk itu," tandas Boucher.Banyak pengamat yakin bahwa Suu Kyi akan dibebaskan sebelum konvensi dimulai. Bahkan perempuan itu mungkin akan meraih kebebasannya dalam beberapa minggu atau beberapa hari mendatang.Hingga kini Suu Kyi masih berada dalam tahanan rumah di ibukota Yangon. Pemimpin National League for Democracy (NLD) itu ditahan sejak kericuhan politik 10 bulan lalu.
(ita/)











































