PPI Dunia Lahirkan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional

Laporan dari Den Haag

PPI Dunia Lahirkan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional

- detikNews
Rabu, 08 Jul 2009 07:21 WIB
PPI Dunia Lahirkan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional
Den Haag - Simposium internasional PPI sedunia di Den Haag (3-5/7/2009) berhasil melahirkan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4), yang dideklarasikan pada hari penutupan, 5/7/2009.

Organisasi ini diharapkan dapat menjadi cikal bakal penegasan kembali pentingnya jaringan internasional yang menghubungkan putra-putri terbaik bangsa, yang sedang berdomisili di luar negeri.

"Kelahiran I4 ini mendapat sambutan dan dukungan sangat positif dari Depdiknas melalui Dirjen Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Fasli Jalal," ujar ketua panitia simposium Achmad Adhitya kepada detikcom, Selasa (7/72009).

Dirjen Dikti yang juga hadir sebagai pembicara bahkan ikut terlibat langsung dalam diskusi pembentukan I4 ini dengan para delegasi PPI dan beberapa orang pembicara penting lainnya seperti Prof. Dr. Yohanes Surya, Anies Baswedan PhD, dan Dr. Nasir Tamara.

Fasli mengharapkan agar I4 dapat segera bertindak cepat untuk menyosialisasikan dan mengkoordinasikan kegiatannya. "Setidaknya dalam 3 bulan ke depan," tandas Fasli.

Selanjutnya melalui direktorat jenderal yang dipimpinnya, Fasli menawarkan diri menjadi host untuk mempertemukan 10 ilmuwan dari luar negeri, yang nama-namanya akan ditentukan oleh formatur, dengan ilmuwan dari tanah air serta perwakilan PPI untuk merancang draf dan ketentuan garis besar I4 ke depan.

100 Hari

Menurut Adhitya, I4 memiliki potensi sangat besar karena mendapat dukungan dari pemerintah dan PPI sedunia.

"Sehingga diharapkan I4 dapat berakselerasi sangat cepat untuk berkoordinasi dan bersosialisasi dalam 100 hari ke depan," tegasnya.

Tercatat ada lima instansi pemerintah mendukung penuh dan bekerjasama mewujudkan kegiatan ini, yakni KBRI Den Haag, Depdiknas, Ristek, Dewan Energi Nasional, dan Kemenpora, serta sponsor dari dunia usaha.

"Kami mengucapkan terimakasih sebesar–besarnya. Tanpa kerja kolaboratif ini tentu sangat sulit untuk dapat melaksanakan kegiatan ini," demikian Adhitya.

(es/es)


Berita Terkait