Bagi Indonesia, ketahanan pangan merupakan isu krusial karena langsung menyentuh kehidupan masyarakat di semua kalangan, terutama petani kecil di pedesaan. Walaupun harga komoditas pangan telah turun dari puncaknya pada krisis pangan 2008 lalu, harga tersebut masih relatif tinggi dibandingkan dengan sebelum krisis.
Selain itu komoditas pangan masih sangat rentan oleh perubahan harga. Hal ini dapat memicu peningkatan ketidakpastian dan mempengaruhi ketahanan pangan nasional maupun global, demikian siaran pers KBRI Roma yang diterima detikcom, Selasa (7/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kaitan ini, sistem perdagangan bebas juga perlu berperan positif dalam memperkuat dan memberikan manfaat bagi ketahanan pangan, khususnya di negara berkembang.
Diharapkan para pemimpin dunia akan memperkuat komitmennya untuk menolak proteksionisme dan faktor-faktor lain yang dapat merugikan akses pasar, khususnya bagi produk negara berkembang, dan kestabilan pasar komoditas pangan dunia.
Lebih jauh lagi, komitmen bersama itu diharapkan dapat diterjemahkan secara konkret menjadi aksi nyata yang komprehensif dalam bentuk koordinasi yang efektif, dukungan atas proses/inisiatif nasional dan peningkatan pendanaan serta investasi di bidang pertanian.
(es/es)











































