Warga di 48 Desa Rawan Di Aceh, Dipastikan Ikut Pemilu
Selasa, 30 Mar 2004 21:40 WIB
Banda Aceh - Penguasa Darurat Militer Daerah (PDMD) Mayjen Endang Suwarya memastikan, warga yang menjadi pemilih di 48 desa yang rawan di Aceh, akan mengikuti pemilu 5 April mendatang. Mereka direncanakan akan diboyong ke TPS-TPS terdekat. Kebijakan itu diambil mengingat kondisi keamanan di 48 desa yang tersebar di empat kabupaten di Aceh, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Timur yang masih sangat rawan. "Pada hari pemilihan nanti, mereka akan disediakan TPS di desa-desa terdekat," kata Endang kepada wartawan di Banda Aceh, Selasa (30/3/2004). Menurut Endang, untuk menjamin terlaksananya pemilu di Aceh, pihaknya sudah memberikan instruksi khusus kepada prajurit di lapangan untuk memperketat penjagaan menjelang pemilu. "Di beberapa tempat, aparat TNI/Polri sudah mulai direlokasi," katanya. Menyusul relokasi tersebut, sweeping yang dilakukan oleh TNI/Polri di daerah-daerah perbatasan antar kabupaten/kota kembali semarak. Sepeerti hari ini, TNI/Polri melakukan sweeping di perbatasan Aceh Besar dan Banda Aceh. Bantah Pernyataan GubernurDalam kesempatan ini, Endang juga membantah pernyataan Gubernur NAD,Abdullah Puteh di Jakarta, sehari sebelumnya yang menyebutkan tidak ada pemilu di 52 desa di Aceh. "Mereka tetap akan memilih, hanya saja kita memindahkan lokasinya. Lagi pula yang masih rawan itu bukan 52 desa, melainkan 48," kata Endang. Selama berlangsungnya darurat militer, Endang mengatakan, jumlah desa rawan keamanan berkurang drastis dari 1.093 menjadi 48 desa. Endang yang juga Pangdam Iskandar Muda ini, membantah sinyalemen yang menyebutkan, pemilu tak akan berjalan demokratis di Aceh karena Aceh berstatus darurat militer.Saat ini diperkirakan pasukan TNI berkisar 35.000 personel di Aceh. Sementara itu, Kapolda Aceh Bachrumsyah Kasman mengatakan, pihaknya memnyiapkan 13.000 personel untuk mengamankan pemilu di ring I atau di lokasi TPS. Sementara untuk ring II dan ring III, kata dia, akan diback-up oleh pasukan TNI. Penyebaran pengamanan ini disebutkan Bachrumsyah, penyebaran pengamanan akan dilakukan pada tanggal 3 April mendatang ke TPS-TPS.
(/)











































