Arjuna & 2 Kiai Khos Hadiri Kampanye Terakhir PKB Solo
Selasa, 30 Mar 2004 16:38 WIB
- Sekretaris Dewan Syuro PKB, Arifin Junaidi atau yang oleh para koleganya sering dipanggil Arjuna, tampil sebagai jurkam kampaye PKB putaran terakhir di Stadion R Maladi Sriwedari, Solo, Selasa (30/3/2004). Selain Arifin, hadir pula dua kiai khos NU, KH Abdurrachman Khudlori dan KH Muhaiminan Gunardo.Kampanye PKB di Solo hari ini adalah yang terakhir. Selain dari dalam kota, massa PKB juga datang dari Klaten, Boyolali dan Sukoharjo. Belasan ribu simpatisan itu lebih dulu berkumpul di Lapangan Sriwaru Laweyan, selanjutnya bersama-sama menuju Stadion R Maladi Sriwedari menggunakan kereta kelinci, truk terbuka, dan ribuan motor. Ada pula beberapa remaja usia pemilih pemula yang berjalan kaki mengenakan sarung.Tidak sedikit peserta kampanye bermotor yang melepas knalpot sehingga menimbulkan kebisingan sepanjang perjalanan. Arus lalu-lintas kota cukup terganggu ketika mereka melewati Jalan Slamet Riyadi, apalagi tidak sedikit pula peserta kampanye yang memperlambat laju kendaraan bahkan ada pula yang sengaja menuntun motor dengan menggeber-geber gas.Di Stadion Sriwedari, mereka mengikuti orasi kampanye pengurus dan caleg PKB Jawa Tengah. Setelah itu dilanjutkan orasi oleh KH Abdurrachman Khudlori, pengasuh Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, dilanjutkan oleh Arifin Junaidi, dan doa penutup oleh KH Muhaiminan Gunardo, pengasuh Ponpes Bambu Runcing Ki Ageng Parak, Parakan, Wonosobo.KH Abdurrachman Khudlori dan KH Muhaiminan Gunardo merupakan dua dari beberapa kiai sepuh yang sangat dihormati di kalangan NU. Keduanya adalah 'anggota' Forum Langitan yang banyak mempengaruhi keputusan-keputusan politik penting di tubuh PKB.KH Abdurrachman Khudlori atau yang akrab disapa Mbah Dur mengingatkan seluruh warga PKB agar tetap setia membela yang benar dan tidak tergiur pada janji-janji maupun iming-iming uang dari partai lain. Sedangkan Arifin Junaidi mengatakan bahwa demokratisasi dan penegakan hukum baru akan berjalan dengan baik jika PKB mampu memperoleh dukungan suara mayoritas.Usai mendengarkan orasi, belasan ribu simpatisan tersebut membubarkan diri melewati Jalan Kebangkitan Nasional menuju ke Laweyan yang merupakan daerah basis pendukung PKB di Solo. Dari Laweyan mereka berpencar untuk pulang ke daerah masing-masing. Dari pantauan detikcom, tidak terdapat gesekan massa atau kecelakaan selama kampanye PKB tersebut.
(nrl/)











































