Dalam kerusuhan Minggu, 5 Juli itu, setidaknya 156 orang tewas. Lebih dari 800 orang lainnya mengalami luka-luka. Buntut kerusuhan di wilayah itu, otoritas China menangkap setidaknya 1.434 orang untuk diinterogasi.
Bentrokan hari Selasa, 7 Juli ini terjadi ketika para demonstran Uighur terus melangkah maju ke arah ratusan polisi antihuru-hara. Demo ini dilakukan karena massa tidak terima dengan penangkapan anggota keluarga mereka menyusul kerusuhan 5 Juli lalu. Sebagian orang melemparkan batu-batu ke arah polisi. Polisi antihuru-hara kemudian melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa.
"Mereka telah menangkap kami tanpa alasan, dan ini saatnya bagi kami untuk melawan," cetus seorang demonstran, Abdul Ali, pria Uighur berusia 20-an tahun seperti dilansir Reuters , Selasa (7/7/2009).
Dikatakan Ali, tiga saudara laki-laki serta seorang saudara perempuannya termasuk di antara 1.434 orang yang ditangkap.
Selain Tibet, Xinjiang merupakan salah satu wilayah konflik paling panas di China. Hampir separuh dari total 20 juta jiwa penduduk Xinjiang adalah etnis Uighur. Sedangkan populasi Urumqi, yang terletak sekitar 3.300 kilometer sebelah barat Beijing, kebanyakan adalah etnis Han China.
Pemerintah China menuding kelompok-kelompok separatis luar negeri terlibat dalam kerusuhan etnis tersebut. Menurut pejabat-pejabat pemerintah China, kelompok separatis ingin mendirikan daerah independen untuk kaum minoritas muslim Uighur.
(ita/iy)











































