Deddy Mizwar-Saurip Kadi Laporkan SBY ke KPK

Deddy Mizwar-Saurip Kadi Laporkan SBY ke KPK

- detikNews
Selasa, 07 Jul 2009 14:57 WIB
Deddy Mizwar-Saurip Kadi Laporkan SBY ke KPK
Jakarta - Sekian lama tenggelam hiruk pikuk Pilpres 2009, Deddy Mizwar-Saurip Kadi kembali membuat berita. Tidak tanggung-tanggung, pasangan bakal capres-cawapres ini melaporkan Presiden SBY ke KPK atas dugaan melakukan korupsi melalui kebijakan negara.

"Kami menyerahkan dugaan korupsi dana pemerintah yang digunakan untuk pemenangan salah satu pasangan kontestan dan ada indikasi korupsi," kata Saurip Kadi setibanya di Kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (7/7/2009).

Korupsi yang mereka duga SBY lakukan adalah di berbagai program pemerintah untuk pemberdayaan rakyat miskin sperti BLT, BOS, Askeskin, Raskin dan lain-lain. Tidak lupa mereka membawa satu bundel berkas berbagai proyek tersebut sebagai barang bukti.

Tidak cukup itu, pemerintahan SBY juga mereka tuding telah menjual negara kepada pihak IMF. Salah satu bukti yang menguatkan tudingan itu adalah penetapan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang menurut mereka didiktekan oleh IMF.

"Saya sendiri sudah berkali-kali ingatkan SBY baik sebagai teman dan Presiden untuk tidak menjual negara ini ke IMF," imbuh Saurip Kadi.

Selain pada KPK, seluruh barang bukti dugaan korupsi dan menjual negara itu akan ditembuskan ke pasangan kontestan Pilpres 2009 nomor 1 dan 3. "Karena pihak yang bersangkutan adalah yang nomor 2, maka ini kita sampaikan ke nomor 1 dan 3," jelasnya.

Penyampaian laporan dugaan korupsi pada H-1 Pilpres 2009, tentu saja mudah dianggap sebagai kampanye hitam. Tetapi pasangan yang menamakan diri Desa Merak ini membantah bahwa pihaknya bermaksud demikian.

"Karena data-datanya baru diterima kami kemarin. Kalau diterimanya dua bulan lalu, ya dua bulan lalu kami sampaikan ke KPK," kilah mantan asisten teritorial TNI AD itu.

"Ya saya hanya melaporkan dugaan korupsi. Kalau dampaknya sampai dianggap politis ya monggo saja," sahut Deddy Mizwar yang pada kesempatan siang ini lebih banyak diam.


(lh/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads