AS: Saddam Tidak Mau Bicara
Selasa, 30 Mar 2004 15:14 WIB
- Dia tidak didampingi pengacara. Namun Saddam Hussein tampaknya melakukan apa yang akan disarankan kebanyakan pembela: Jangan bicara. Menurut pejabat-pejabat diplomatik dan militer AS, mantan pemimpin Irak itu hanya memberikan sedikit informasi dalam interogasi sejauh ini.Interogasi Saddam semula ditangani badan intelijen AS atau CIA. Namun kini merupakan operasi gabungan CIA dan FBI atau Biro Investigasi Federal.Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld, seperti dilansir kantor berita Associated Press, Selasa (30/3/2004), belum lama ini mengungkapkan bahwa para penginterogasi tidak memperoleh banyak keterangan dari Saddam. Hal senada diungkapkan Deputi Menteri Luar Negeri AS Richard Armitage. "Yang saya lihat, dia tidak banyak memberi informasi. Namun dia kelihatannya menikmati perdebatan," tukas Armitage. Saat Saddam tertangkap di sebuah ruangan bawah tanah, Desember lalu, para pejabat AS berharap interogasi akan menghasilkan detail mengenai perlawanan Irak, program senjata Saddam, pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi dalam program oil-for-food PBB.Namun ternyata, harapan itu meleset. Bahkan Ketua Intelijen Parlemen Porter Goss, R-Fla. menyebut proses interogasi Saddam sebagai "proyek kesabaran." "Dia sangat lihai membantah dan menipu. Saya tidak yakin apakah dia masih tahu apa itu kebenaran," tukas Goss.Hingga saat ini interogasi terhadap Saddam masih berlangsung. Seorang pejabat Pertahanan AS mengungkapkan bahwa Saddam dalam kondisi kesehatan yang bagus. Namun keberadaannya tetap dirahasiakan.
(ita/)











































