Tak Terkait Paloh, Akbar Juga 'Jualan' Anti KKN
Selasa, 30 Mar 2004 13:49 WIB
Padang -
Diserang habis oleh Surya Paloh soal kasus korupsi, Akbar Tandjung tidak gentar. Akbar Tandjung kini juga bisa ngomong anti KKN. Namun, kata Akbar, 'jualannya' ini tak terkait perseteruannya dengan Paloh. Penegasan Akbar bahwa Golkar akan memberantas KKN iniu disampaikannya saat kampanye di komplek Gedung Olah Raga (GOR) H. Agus Salim Padang, Selasa (30/3/2004). Dalam kampanye partai Beringin ini, hadir sekitar 3.000 simpatisan. Menurut Akbar, untuk mewujudkan pemerintahan yang kuat dan bersih, hal utama yang harus dilakukan oleh pemimpin Indonesia ke depan adalah memberantas KKN. "KKN harus diberantas sampai ke akar-akarnya," kata Akbar yang sempat menjadi terdakwa kasus korupsi dana Bulog Rp 40 miliar ini. Selain memberantas KKN, menurut Akbar, pemimpin Indonesia nanti harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengusahakan perbaikan ekonomi untuk menekan tingkat kemiskinan masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia itu adalah dengan meningkatkan wajib belajar 9 tahun menjadi 12 tahun.Dalam orasi politiknya itu, Akbar yang ketua umum DPP Partai Golkar ini tidak hanya sekali menyebut anti KKN. Pemberantasan korupsi disebutnya sampai berkali-kali. Hadir sebagai juru kampanye lainnya dalam kampanye ini, Abdul Latief (fungsionaris DPP Partai Golkar), Aulia Rahman, Nurul Arifin (caleg Partai Golkar), Ruhut Sitompul, caleg dari pemilihan Sumbar I, dan Ketua DPW Partai Golkar, H. Leonardi Harmainy, MBA.Kepada wartawan, Akbar menjelaskan bahwa semangat anti KKN yang diserukan dalam kampanyenya itu tidak ada hubungannya dengan Surya Paloh, salah seorang peserta konvensi Partai Golkar lainnya yang belakangan dalam kampanyenya gencar menuding masih ada koruptor, manipulator dan pencuri di Partai Golkar."Persoalan Surya Paloh dengan DPP Partai Golkar sudah tidak masalah lagi. Kita cuma mengingatkan karena dalam kampanyenya di beberapa daerah ia menyebutkan seolah-olah ada koruptor di tubuh Golkar. Peringatan itu juga tidak ada kaitannya dengan Surya Paloh sebagai salah seorang calon presiden dari Partai Golkar, kita hanya ingin bersaing secara sportif," ujar Akbar. Diminta pandangannya mengenai kemungkinan pengunduran dan tidak serentaknya pelaksanaan pemilu legislatif 5 April mendatang, Akbar mengatakan akan ada pertemuan dengan presiden Megawati, KPU, dan pimpinan Parpol nanti malam di Jakarta. "Nanti malam akan ada pembicaraan mengenai hal itu dengan presiden, KPU serta pimpinan parpol peserta pemilu di Jakarta. Yang jelas, kita bertekad pemilu legislatif dilaksanakan serentak 5 April mendatang," tandasnya.
(asy/)










































