Lawatan Obama ke Rusia tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperbaiki hubungan antara dua negara berkekuatan nuklir itu.
Sebelum bertemu Putin, Obama telah lebih dulu menemui Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Usai pertemuan itu, Obama memuji Medvedev sebagai pemimpin yang "berterus terang, profesional" yang memahami kepentingan rakyat Rusia dan ingin memahami kepentingan AS.
"Kami telah bertekad untuk membentuk kembali hubungan AS-Rusia sehingga kita bisa bekerja sama dengan lebih efektif," kata Obama kepada wartawan di Moskow seperti dilansir kantor berita Reuters , Selasa (7/7/2009).
Sedangkan Medvedev menyebut pembicaraan dengan Obama "sangat berguna dan terbuka." Dalam pembicaraan itu, dicapai kesepakatan untuk mengizinkan pasukan AS terbang melintasi wilayah Rusia guna bertempur di Afghanistan.
Pemerintah Rusia akan mengizinkan sekitar 4.500 penerbangan AS per tahun melintasi wilayah Rusia dengan gratis. Penerbangan tersebut untuk mengangkut pasukan dan senjata AS ke Afghanistan. Keputusan Rusia ini disambut AS sebagai wujud kesediaan Rusia membantu AS dalam perang melawan Taliban di Afghanistan.
(ita/iy)











































