Taufiq Kiemas Minta Massa PDIP Kembali Kalahkan Golkar
Selasa, 30 Mar 2004 13:36 WIB
-
Taufiq Kiemas meminta massa PDIP tetap mempertahankan kemenangan PDIP dalam Pemilu nanti. Massa diminta jangan mau dikalahkan oleh Golkar.Permintaan itu disampaikan Taufiq dalam orasinya di Stadion Mayor Metra, Singaraja, Buleleng, Selasa (30/3/2004). Hal itu disampaikan Taufiq untuk menghibur massa yang sudah tak kuat menghadapi terik mataharai.Massa PDIP yang kecewa dengan ketidakdatangan Mega terus berteriak minta air begitu Taufiq memulai orasinya. Taufiq pun meminta pemadam kebakaran agar menyemprotkan air. Tapi pemadam tak bereaksi karena air memang sudah habis disemprotkan kepada massa yang sudah kepanasan bergoyang sebelum suami Mega itu datang. Tak mendapat reaksi pemadam, Taufiq melanjutkan pidatonya kembali. Tapi belum lama berorasi, massa kembali berteriak minta air. "Kalau sama air saja kalah, apalagi pemilu nanti?" kata Taufiq berusaha menghibur massa. Tapi massa tak peduli, mereka lagi-lagi minta air. "Kita pidato apa tunggu air?" tanya Taufiq. Massa tak menyahut. Namun saat tokoh senior PDIP itu memilih melanjutkan pidato, massa kembali minta disemprot air."Kalau sama air kalah. Nanti mau kalah sama nomor 20 nggak? " kata Taufiq berusaha menenangkan massa. Massa pun menjawab nggak. "Kalau minta air sekarang pasti kalah di Pemilu. Mau kalah nggak?" tanyanya yang dijawab dengan nggak oleh massa. Setelah tantangan Taufiq itu massa pun tenang tak lagi meminta air.Sementara dalam pidatonya, Taufiq menyampaikan permintaan maaf Mega karena tak bisa memberikan kontribusi yang besar kepada rakyat Bali. "Walaupun sudah jadi Presiden, Ibu Mega tetap tak bisa memberikan kontribusi pada saudara-saudara pada masa Pemilu ini. Karena Ibu Mega tahu persis rakyat PDIP tak menghendaki Mega jadi koruptor dan tak boleh KKN," kata Mega.Taufiq dalam kampanyenya juga menantang lawan politiknya untuk menguji pemerintahan Mega. Menurut Taufiq, pemeritahan Mega merupakan pemerintah yang terbersih dibanding pemerintahan sebelumnya."Kita boleh uji pemerintahan sekarang adalah yang terbersih di republik ini. Sekarang dibuktikan oleh masyarakat Buleleng PDIP tetap menjadi wadah wong cilik," katanya. Sebelum meninggalkan panggung, Taufiq mengumpulkan semua bupati dan walikota se-Bali kecuali bupati Buleleng yang memang bukan merupakan kader PDIP. Taufiq meminta para kader PDIP itu agar mewaspadai serangan fajar.
(iy/)










































