Arroyo: Serangan Teroris di Filipina Berhasil Dicegah

Arroyo: Serangan Teroris di Filipina Berhasil Dicegah

- detikNews
Selasa, 30 Mar 2004 13:33 WIB
- Sebuah serangan teroris besar berhasil dicegah di Filipina. Ini dimungkinkan dengan penangkapan empat anggota gerakan ekstrim Abu Sayyaf dan penyitaan 80 pounds TNT.Demikian disampaikan Presiden Filipina, Gloria Macapagal Arroyo seperti dilansir kantor berita Associated Press, Selasa (30/3/2004).Dikatakan Arroyo, bahan peledak yang disita aparat tersebut, tadinya akan digunakan untuk meledakkan kereta api dan pusat-pusat perbelanjaan di ibukota Manila."Kami telah mencegah satu serangan selevel Madrid di metropolis," tukas Arroyo menyebut ibukota Manila yang berpenduduk lebih dari 10 juta jiwa. Serangan bom di Madrid, Spanyol pada 11 Maret lalu menewaskan sedikitnya 190 orang.Arroyo mengatakan, salah seorang dari empat pria yang dibekuk tersebut, mengaku bertanggung jawab atas ledakan dan kebakaran di atas feri penumpang Filipina, pada 27 Februari lalu. Insiden itu menewaskan lebih dari 100 orang. Hingga saat ini, otoritas Filipina belum menyimpulkan sebab-sebab musibah tersebut.Tiga tersangka Abu Sayyaf lainnya yang ditangkap, dituduh terlibat dalam pemboman Oktober 2002 di kota Zamboanga, Filipina selatan, yang menewaskan seorang personel AS. Juga pembunuhan sandera asal AS, Guillermo Sobero pada tahun yang sama dan serangkaian penculikan. Menurut Arroyo, bukti-bukti terhadap para tersangka Abu Sayyaf tersebut kuat dan meyakinkan. Gerakan Abu Sayyaf yang dikenal dengan aksi penculikan dan pembunuhan sandera ini, disebut-sebut terkait jaringan al Qaeda pimpinan Osama bin Laden.Arroyo mempertegas tekad Filipina untuk memberantas sel-sel al Qaeda di negerinya. "Jangan ada seorang pun dan satu negara pun yang meremehkan tekad kami memberantas Jemaah Islamiyah dan sel-sel al Qaeda di negara kami. Tekad kami adalah supaya mereka tidak mengancam rakyat kami," tandas pemimpin Filipina itu. (ita/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads