Bom tersebut disembunyikan pada sebuah motor yang diparkir di seberang jalan. Demikian disampaikan juru bicara militer Filipina, Letkol Edgard Arevalo seperti dilansir kantor berita Reuters , Selasa (7/7/2009).
"Dua pria tewas di tempat," kata Arevalo kepada wartawan di Manila. Sedangkan empat orang lainnya meninggal di rumah sakit.
Dikatakannya, tiga perwira polisi termasuk di antara sekitar 40 korban yang terluka. "Kebanyakan yang terluka dalam kondisi kritis," tuturnya.
Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom itu. Namun pasukan keamanan Filipina menduga peledakan itu merupakan ulah Abu Sayyaf, kelompok pemberontak yang disebut-sebut terkait jaringan militan Jemaah Islamiyah.
Sebelumnya ledakan bom juga terjadi di Kota Cotabato di Pulau Mindanao dua hari lalu. Insiden itu menewaskan 5 orang dan melukai 55 orang lainnya.
(ita/iy)










































