Salah seorang saksi mata, David, menjelaskan pesawat Merpati yang akan menuju Bandara Hasanuddin Makassar itu take off dari Bandara Biak sekitar pukul 17.45 WIT, Senin (6/7/2009). Setelah beberapa detik take off, tiba-tiba ban sebelah kiri pesawat itu jatuh.
"Ban jatuh dan menggelinding membentur pagar landasan. Pagar yang tertabrak ban itu remuk," kata David.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum pendaratan pesawat dilakukan, pihak bandara sudah mengerahkan mobil dan petugas pemadam kebakaran ke lokasi untuk berjaga-jaga. Ada mobil pemadam kebakaran dari bandara, ada juga mobil dari TNI AU.
Setelah dilakukan koordinasi antara pilot dengan petugas di bandara, akhirnya pesawat yang membawa 107 penumpang dan 3 balita itu mendarat mulus, meski posisinya miring. "Pesawat turun tanpa roda bagian kiri belakang, sehingga posisinya miring," ujar David. Pesawat itu berhenti setelah terseret beberapa meter, tanpa ada body pesawat yang terbakar.
Sementara itu, menurut anggota Polres Biak Deni Sarminto saat dihubungi detikcom pukul 21.46 WIT (19.46 WIB), pesawat Merpati itu masih belum dievakuasi. "Hingga saat ini pesawat masih berada di landasan," ujar Deni.
Para penumpang pesawat itu, sebagian membatalkan penerbangan dan sebagian lagi diinapkan oleh pihak Merpati di sebuah hotel. Rencananya mereka akan diangkut meninggalkan Biak dengan pesawat lain. Grup band The Changcuters merupakan penumpang di pesawat itu. Namun, kondisi mereka aman-aman saja. (asy/anw)










































