Banyak KA Anjlok, PT KAI Antisipasi Sabotase Jalur Rel
Senin, 29 Mar 2004 16:01 WIB
- Jajaran PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) akan meningkatkan kewaspadaannya, sehubungan dengan banyaknya musibah anjloknya rangkaian KA. Bahkan kejadian terakhir saat anjloknya KA Parahyangan Jakarta-Bandung yang terjadi pada hari Minggu (28/3/2004) pukul 22.17 WIB di Ciganea Purwakarta, terdapat indikasi adanya tindak sabotase.Dari informasi yang berhasil dihimpun hingga Senin (29/3/2004) sore, KA yang anjlok itu berhasil diangkat kembali oleh jajaran petugas PT KAI pada malam itu juga. Sedangkan jalur rel KA yang sempat terputus, juga bisa langsung dipulihkan pada pukul 03.51 WIB. KA-KA yang sempat mengalami gangguan adalah 2 rangkaian KA Parahyangan lainnya dan satu KA Argo Gede yang melayani jalur yang sama Jakarta-Bandung dan KA Serayu Jakarta-Kroya.Sementara itu Kepala Humas PT KAI Daop 2 Bandung Akhmad Sujadi ketika dimintai konfirmasinya membenarkan kejadian anjloknya KA Parahyangan itu. Sedangkan soal penyebabnya, kendati membenarkan dugaan awal adanya pelaku sabotase atau orang iseng yang menaruh bantalan kayu di atas rel, menegaskan bahwa semuanya masih dalam penelitian dan penyelidikan petugas. "Kami juga akan berkoordinasi dengan Polda Jabar guna mengamankan jalur-jalur KA yang ada," tuturnya. Namun seperti apa bentuk koordinasi pengamanannya nanti, Akhmad Sujadi masih menolak untuk menjelaskan.Sementara itu Kepala Humas PT KAI Pusat Drs Patria Supriyoso ketika dihubungi detikcom menegaskan bahwa soal pengamanan jalur-jalur KA memang harus terus-menerus ditingkatkan. Namun soal dugaan adanya kemungkinan sabotase, Patria Supriyoso menolak untuk menjelaskan lebih lanjut. "Anda bisa tanyakan itu kepada direksi," katanya diplomatis.Meski demikian, Patria mengakui bahwa pihaknya juga sudah menerima masukan-masukan dari jajaran Departemen Perhubungan (Dephub) yang meminta jajaran PT KAI untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan di jembatan-jembatan dan terowongan. Untuk itu, pihak PT KAI memang akan melakukan upaya pengamanan dan koordinasi dengan jajaran kepolisian.Sementara itu, Kapolres Purwakarta AKBP Zainul Arifin ketika dihubungi detikcom berkaitan dengan kasus anjloknya rangkaian kereta itu justru mengaku belum menerima laporan kejadian itu. Kapolres bahkan sempat meminta penjelasan langsung dari Kapolsek Ciganea dan Kapolsek Jatiluhur yang kebetulan berada di dekatnya.Namun sepengetahuan Kapolres, di ruas jalur itu memang rawan kejadian anjlok kereta. Selain lokasi tanahnya yang relatif labil di situ juga sedang dilakukan pembangunan jalur rel ganda (double track). "Saya sudah berulangkali meminta agar dalam pengerjaannya itu bisa rapi dan hati-hati. Jangan sampai di jalur yang masih dipergunakan ada mur yang kendor, dan jangan ada material yang tidak tertata rapi karena bisa mengganggu perjalanan kereta," katanya.Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir ini sejumlah kejadian anjloknya rangkaian KA telah terjadi. Selain di Stasiun Benowo Jawa Timur, juga terjadi di jalur tengah serta di Ciganea Purwakarta ini. Termasuk juga KA Sawunggalih jurusan Kutoarjo - Pasar Senen Jakarta yang anjlok di Purworejo yang menyebabkan jalur selatan lumpuh dan pada siang ini baru lancar.
(nrl/)











































