TNI Dilarang Dekat-Dekat TPS

Pangdam Siliwangi:

TNI Dilarang Dekat-Dekat TPS

- detikNews
Senin, 29 Mar 2004 15:44 WIB
- Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Iwan Sulandjana menyatakan, selama Pemilu 2004, prajurit TNI dilarang dekat-dekat dengan Tempat Pemungutan Suara (TPS). "TNI tidak boleh dekat-dekat TPS karena itu peraturannya. TNI tinggal monitoring saja," katanya.Hal ini disampaikan Iwan pada wartawan, Senin (29/3/2004), usai menghadiri Penyerahan Bantuan Keuangan Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate, Jl Diponegoro Bandung seperti dilaporkan kontributor detikcom di Bandung, Ahmad Fikri.Iwan mengungkapkan, pihaknya siap untuk membantu pihak Polda Jabar jika ada permintaan untuk pengamanan Pemilu 2004. "Kita cuma on-call, tergantung situasinya. Kalau ada hal-hal yang kira-kira memungkinkan (munculnya kekacauan-red) dan ada permintaan dari pihak Polda, maka kita akan bergerak," katanya.Hal ini sesuai dengan pembagian tugas selama ini bahwa pihaknya akan memback up Polda Jabar untuk pengamanan Pemilu 2004. Prajurit TNI yang dikerahkan untuk pengamanan pemilu hanya akan standby di Kodim masing-masing atau paling jauh hanya sampai Koramil."Sampai saat ini tidak ada yang menonjol. Selama ini yang bergerak di depan adalah Polda Jabar. Selama Polda belum meminta TNI kita tidak akan bergerak," jawab Iwan.Iwan juga menyatakan, jika tidak ada permintaan bantuan dari Polda Jabar, maka dapat disimpulkan bahwa situasi masih kondusif. "Sejauh ini belum ada indikasi penggagalan di TPS-TPS, tapi kita jangan sampai kecolongan," kata Iwan.Soal titik-titik rawan di Jawa Barat, Iwan menolak menjelaskan dengan dalih hal tersebut merupakan persoalan Polda Jabar. Hal ini berkaitan dengan kewenangan prajurit TNI yang tidak boleh berada dekat-dekat dengan TPS. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads