Dana Kampanye,PDIP Tetap Juara

Dana Kampanye,PDIP Tetap Juara

- detikNews
Senin, 29 Mar 2004 15:21 WIB
- Pengeluaran dana kampanye putaran I dan II Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih menempati urutan teratas sebesar Rp 12,5 miliar. Selanjutnya disusul Partai Golkar (Rp 6,6 milar), Partai Keadilan Sejahtera (PKS/Rp 2,2 miliar) serta Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB/Rp 2 miliar). Demikian data Indonesian Corruption Watch (ICW) dan Transparency International Indonesia (TI-Indonesia) yang disampaikan Koordinator Pemantau Pemilu TI-I Anung Karyadi dan Wakil Koordinator ICW Lucky Djani di Kantor Panwaslu, Gedung ASPAC, Kuningan, Jakarta, Senin (29/3/2004).Hitungan angka tersebut untuk biaya iklan parpol di media massa televisi, radio, cetak dan kampanye di dalam serta luar ruangan. Setelah 4 parpol itu urutanselanjutnya adalah Partai Demokrat Rp 1,69 miliar, Partai Bintang Reformasi (PBR/Rp 1,37 miliar), Partai Amanat Nasional (PAN/Rp 1,35 miliar), PartaiKebangkitan Bangsa (PKB/Rp 1,3 miliar), Partai Bulan Bintang (PBB/Rp 830 juta), Partai Persatuan Pembangunan (PPP/Rp 559 juta), Partai PersatuanDemokrasi Kebangsaan (PPDK/Rp 129 juta) serta Partai Nasionalis Banteng Kemerdekaan (PNBK/Rp 103 juta).Selain iklan, pengeluaran parpol yang juga terhitung besar adalah untuk kampanye luar ruang. Selain untuk membeli atribut seperti kaos, bendera, rompi dan lain-lain, parpol juga mengeluarkan sejumlah uang untuk memobilisasi massa. SK KPU 701/2003 menjamin akses publik untuk mengetahui berapa jumlah biaya yang dikeluarkan parpol untuk untuk pemasangan iklan di media cetak dan elektronik.Namun, menurut ICW dan TI-I sikap parpol dan pemilik media cenderung tertutup dan masih menganggap biaya pemasangan iklan parpol di media massa termasukwilayah privat yang tidak boleh diketahui pihak luar. Pemantauan biaya kampanye dilakukan dengan cara observasi media cetak dan elektronik hingga 25 Maret 2004. Untuk kampanye luar ruang pemantauan di lakukandengan mengamati secara langsung jalannya kampanye di 29 daerah dengan menerjunkan 800 pemantau. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads