Pertemuan tersebut berlangsung, Senin (6/07/2009) sekitar pukul 09:20 WIB, di kediaman Gubernur Riau, Jl Diponegoro, Pekanbaru. Pihak keluarga diwakili Sainul Muttaqin serta seorang guru yang masih satu keluarga dengan para korban. Sainul adalah kakak kandung Fahturrahman, salah seorang mahasiswa yang menjadi korban penganiyaan.
Dalam pertemuan yang berlangsung singkat itu, pihak keluarga menceritakan penyiksaan yang dialami para korban di Mesir. βKami meminta bantuan Pak Gubernur, agar masalah ini dapat dijembatani ke pemerintah pusat. Kami sangat berharap adanya jaminan keselamatan untuk adik-adik kami yang masih kuliah di sana,β kata Sainul yang juga alumni Al Azhar, Kairo Mesir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga prihatin atas kejadian yang menimpa para mahasiswa kita yang tengah menimba ilmu di sana. Dan saya kira pemerintah pusat juga sangat respon atas peristiwa tersebut," kata Rusli Zainal.
Rusli kemudian meminta pihak keluarga korban membuat laporan tertulis dari pihak keluarga. Laporan tertulis ini akan dijadikan bahan dasar untuk dilaporkan ke pemerintah pusat.
"Saya memang sudah mengetahui kasus ini dari sejumlah media massa. Namun demikian, kita meminta pihak keluarga membuat laporan tertulis untuk ditindak lanjuti ke sejumlah institusi terkait lainnya," ungkap Rusli.
(cha/djo)











































