Demikian PPI Dunia atau Overseas Indonesian Students Association Alliance (OISAA) melalui siaran pers yang diterima detikcom malam ini atau Senin (6/7/2009) pagi WIB.
Aliansi terdiri dari 23 organisasi pelajar Indonesia seluruh dunia itu juga mendesak pemerintah Mesir untuk meminta maaf atas kesalahan yang terjadi kepada pemerintah Indonesia, komunitas dan warga Indonesia di Mesir.
Lebih lanjut PPI Dunia menghimbau kepada seluruh pelajar Indonesia di luar negeri untuk merapatkan barisan mengantisipasi beragam kemungkinan serupa, sehingga kejadian penganiayaan dan pelecehan baik secara fisik, moral, maupun intelektual tidak akan terjadi lagi di masa akan datang.
Sementara itu Wakil Presiden Perhimpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Mesir Heri Nuryahdin menekankan bahwa poin dari tuntutan ini adalah persoalan penganiayaan dan pelanggaran hak asasi manusia.
Seperti diberitakan, aparat keamanan Mesir menangkap, menahan, dan menyiksa 4 mahasiswa Indonesia di Mesir selama 3 hari. Empat mahasiswa korban penganiayaan itu adalah Faturrahman, Arjil, Ahmad Yunus, dan Tafri Sugandi. (es/es)











































