Ingin Bertemu, Keluarga Berharap Bantuan Gubernur Riau

4 Mahasiwa Disiksa di Mesir

Ingin Bertemu, Keluarga Berharap Bantuan Gubernur Riau

- detikNews
Minggu, 05 Jul 2009 19:11 WIB
Ingin Bertemu, Keluarga Berharap Bantuan Gubernur Riau
Pekanbaru - Keluarga mahasiswa Indonesia asal Riau di Mesir yang menjadi korban penyiksaan polisi setempat berencana ingin bertemu dengan Gubernur Riau Rusli Zainal. Mereka berharap, Pemerintah Provinsi Riau bisa menjembatani keinginan keluarga korban untuk bertemu dengan Menlu di Jakarta.

"Kami dari pihak keluarga korban telah memutuskan bersama agar kasus penganiayaan adik-adik kami di Mesir dapat diselesaikan pemerintah kita. Karena itu kami berharap dapat diberi kesempatan untuk bisa bertemu dengan Gubernur Riau," kata Sainul Muttaqien kakak dari Fatuhrraman  mahasiswa yang disiksa, dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (5/7/2009) di Pekanbaru.

Sainul yang juga alumni Al Azhar Kairo ini menyebut, keinginan keluarga korban untuk bertemu orang nomor satu di Riau ini, ingin melaporkan secara langsung soal penangkapan polisi Mesir terhadap mahasiswa asal Riau tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para keluarga mahasiswa telah memberikkan kepercayaan kepada kita untuk mengurusi masalah ini. Kita juga diberi kepercayaan agar dapat bertemu dengan Pak Gubernur atau jajaran Pemerintahan Provinsi Riau. Kami sangat berharap, adanya pihak yang bisa menjembatani untuk dapat bertemu dengan Gubernur Riau," kata Sainul.

Keinginan bertemu dengan Gubernur Riau ini, lanjut Sainul, untuk meminta pertimbangan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi keluarga mereka di Mesir. Sebab, sampai saat ini pasca penyiksaan tersebut, ke empat mahasiswa itu mengaku masih trauma. Malah dua di antara mereka yang masih duduk di semester I sempat meminta dipulangkan ke Indonesia.

"Karena itulah, kami ingin bertemu dengan Gubernur Riau untuk mencari solusi terbaik dalam masalah ini. Kami juga berkeinginan untuk menghadap langsung ke Deplu di Jakarta. Kiranya pemerimntah daerah dapat menjembatani masalah ini," kata Sainul.

Sebagaimana diketahui, empat mahasiswa Indonesia asal Riau, sempat ditangkap polisi Mesir selama tiga hari. Mereka disangka ikut dalam kelompok aliran keras yang dilarang pemerintah setempat. Selama dalam tahanan, mereka disiksa dengan cara diestrum dan tidak diberi makan. Setelah tidak terbukti terlibat jaringan Al Qaida, akhirnya mereka dilepas pihak kepolisian setempat.

(cha/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads