"Seharusnya kan tidak boleh masuk jalur busway. Jalur ini khusus untuk busway," alasan petugas Pengamanan TransJakarta, Anggun Hikmah, kepada detikcom di Jalan Tambak, Jakarta Pusat, Minggu (5/7/2009).
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Tambak, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, bus TransJ Koridor IV jurusan Pulogadung-Dukuh Atas 2 melaju ke arah halte Dukuh Atas 2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat hal tersebut, sang sopir membunyikan klakson beberapa kali hingga memekakkan kuping. Namun hal itu tak diindahkan oleh pengemudi mobil Xenia itu.
Karena pekikan klakson tak dihentikan oleh sopir bus bernama Sucipto itu, akhirnya pemilik mobil Xenia yang dikemudikan oleh pria lanjut usia meminggirkan badan mobilnya dari jalur busway menuju jalur reguler.
Namun Sucipto malah menyeruduk mobil tersebut di buntut bagian kanan mobil. Sucipto lalu berlalu.
Mengetahui sopir bus melarikan diri, pasangan kakek-nenek ini tak terima danย mengejar bus tersebut. Karena kesal, sang nenek menyembulkan kepalanya melalui kaca jendela sebelah kanan bagian belakang sambil memukul-mukul bus TransJ dengan kunci stang mobilnya.
Saat berada di pertigaan Jalan Tambak, bus berhenti. Anggun, yang bertugas sebagai pengaman di dalam bus, kemudian keluar dari pintu kiri, bermaksud meminta maaf.
Namun, bukannya sambutan baik yang diterima, pria itu malah mendapat makian dan semburan air ludah yang mendarat di wajahnya.
"Saya mau ngomong baik-baik tapi malah begini jadinya. Saya disembur," keluh Anggun.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun sejumlah penumpang menyayangkan tindakan sopir bus yang baru bekerja 2 minggu itu.
"Kok sopirnya begitu. Bukannya berhenti dan minta maaf. Bawa busnya juga ugal-ugalan," gerutu seorang penumpang.
(mei/nrl)











































