Meruwat Republik 'Gila', Seniman Semarang Gelar Ritual

Meruwat Republik 'Gila', Seniman Semarang Gelar Ritual

- detikNews
Senin, 29 Mar 2004 11:25 WIB
- Di tengah cuaca yang cukup panas, di Kawasan Air Mancur Jl. Pahlawan, Senin (29/03/2004), 3 orang seniman Semarang melakukan . Dengan bermeditasi, makan kembang mawar, dan menyiram tubuh dengan air 'suci', mereka berniat meruwat republik ini dari 'kegilaan'.Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka menggunakan media berupa tikar, kembang mawar, dupa, dan selembar kain kafan. Juga, sebatang pohon pisang yang ditancapi dengan pohon beringin dan daun kelapa kering.Di awal , salah satu seniman Tiwul Sugiyatno bermeditasi. Lalu, ia berdiri dan mulai membaca mantra-mantra sambil menatap matahari. Dua seniman lainnya, Wage dan Stephen, duduk bersila menghadap dupa dan kembang. Sesaat kemudian Tiwul berteriak-teriak, berjalan menuju dua orang seniman yang duduk bersila dan menyiramkan air 'suci'. Setelah itu, ketiganya melakukan gerakan-gerakan aneh dan memakan kembang sambil . Menurut salah satu seniman Kelana, melalui tersebut, simbolisasi yang hendak ditampakkan adalah 'kegilaan' itu sendiri. Salah satu cara membersihkannya adalah dengan cara ritual khusus. Apalagi kalau kegilaan itu bukan karena faktor fisik. "Sekarang banyak orang 'gila'. Maksud kami, banyak orang yang melakukan sesuatu tanpa mengindahkan norma. Mereka melakukan apa saja. Pemilu jor-joran, kampanye hura-hura, dan isinya hanya rebutan saja," katanya di sela-sela aksi.Seusai , Tiwul menyatakan bahwa ritual yang dilakukan mereka bertiga juga dimaksudkan sebagai penggugah kesadaran ketidakwarasan seluruh bangsa Indonesia. Tidak hanya orang 'gila' saja yang diruwat. Tapi juga orang yang pernah 'gila'. "Istilah Jawa-nya, kami hendak membuang atau perintang atau kesialan. Dalam meditasi tadi saya memohon kepada penguasa versi seluruh agama, agar kita diberkati-Nya. Agar kita menjadi santun," ucap seniman yang mengaku tidak sadar waktu memakan kembang mawar ini kepada wartawan.Aksi yang berakhir sekitar pukul 10.45 WIB itu menarik pengendara sepeda motor dan mobil yang lewat di jalan tersebut. Puluhan dari mereka bahkan sempat berhenti yang akhirnya membuat lalu lintas agak terganggu. Untunglah, beberapa polisi yang kebetulan lewat langsung menangani sehingga kemacetannya tak sampai berlarut. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads