Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Haji Adam Malik Medan Atma Wijaya mengatakan, pemanggilan seluruh penumpang dimaksudkan guna menjalani pemeriksaan intensif sebagai bentuk antisipasi secara dini penyebaran
virus flu babi antarmanusia di Medan.
"Rumah sakit sekarang berupaya menghadirkan seluruh penumpang yang berada satu pesawat dengan pasien yang kita rawat saat ini. Jika tidak terindikasi, kita perbolehkan pulang. Jika terindikasi akan kita rawat," kata Wijaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan manifest, jumlah penumpang Air Asia dari Kuala Lumpur, Malaysia, yang tiba di Medan bersama pasien suspect flu babi ada 64 orang.
Petugas survei lapangan Dinas Kesehatan Kota Medan Asnawa Hasibuan mengatakan, pihaknya kesulitan melakukan pendataan sekaligus pemanggilan, karena data dan alamat penumpang masih kabur hingga saat ini.
"Sudah dilakukan pengecekan ke beberapa alamat penumpang, tapi sebagian alamatnya tidak jelas. Jadi kita masih kesulitan mendatangkan mereka ke rumah sakit," kata Asnawa.
Hingga Sabtu pagi, jumlah pasien suspect flu babi yang menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUP Haji Adam Malik Medan, bertambah menjadi 12 orang dari 11 orang yang tercatat sehari sebelumnya.
Seorang pasien berinisial A, usia 41 tahun, dinyatakan suspect flu babi dan terpaksa dirawat di ruang isolasi RSUP Haji Adam Malik Medan, Sabtu pagi setelah sehari sebelumnya, warga Medan ini telah menjalani pemeriksaan intensif.
(rul/asy)










































