Fathurrahman, salah satu dari keempat mahasiswa tersebut, menceritakan kronologi penangkapan tersebut. Berikut cerita Fathur kepada detikcom melalui surat elektronik, Sabtu (4/7/2009).
Saat itu hari Minggu (28/6/2009) kira-kira pukul 02.30 waktu Kairo. Fathur tengah berkumpul di rumah kontrakan bersama 4 orang kawannya, yakni Ahmad Yunus, Arzil, Tasri Sugandi, dan Jakfar (tamu).
"Tiba-tiba kami didatangi 12 polisi Mesir. Lima di antaranya lengkap dengan senjata di tangan, 5 hanya memakai pakaian biasa, 1 membawa linggis sepanjang 1 meter, dan 1 membawa gunting kawat," tutur Fathur.
Setelah dibukakan pintu, para polisi itu menanyakan visa. Setelah itu mereka menggeledah seisi rumah selama 15 menit dan tidak menemukan yang mereka cari. "Saya sempat menangkap pembicaraan telepon ketua mereka kalau yang dicari-cari tidak ditemukan," kata Fathur.
Di rumah itu terdapat 3 komputer. Para polisi itu lantas memeriksa ketiga komputer tersebut. Saat hendak memeriksa komputer kedua, mereka melihat di dinding kamar terpajang poster pemimpin Hamas yang telah almarhum, Syeikh Ahmad Yasin serta gambar silsilah Hamas.
"Sontak mereka naik pitam dan menyuruh copot. Awalnya teman saya yang disuruh nyopot, kebetulan dia menanggalkannya agak lambat dan mendapat 3 kali pukulan di punggung," ucap Fathur.
Sepuluh menit berlalu, dan mereka meneruskan menggeledah rumah dan mengambil beberapa buku karangan Yusuf Al-Qardhawi. Setelah itu Fathur dkk digiring ke bawah dan disuruh berbaris. Mereka lantas dimasukkan ke dalam mobil.
"Ketika naik mobil kami sempat mendapat pukulan di kepala belakang satu per satu. Saya hampir jatuh ketika itu," kata Fathur.
Di dalam mobil ternyata telah terdapat 1 tahanan asal Kazakhstan yang menunggu dengan mata tertutup kain. Saat itulah Jakfar yang berusia paling muda dibebaskan dengan alasan belum cukup umur.
Rombongan mahasiswa itu lantas dibawa ke kantor polisi. Di sana mereka dimasukkan ke dalam kamar berukuran 4x4 meter yang kotor dan pengap. Di kamar itu mereka tidur tanpa boleh melonjorkan kaki hingga pukul 08.00.
"Pukul delapan pagi kita dikasih makanan 'ais (roti gandum) dan manisan dengan mata tertutup kain," kata Fahur.
Setelah itu proses interogasi pun dimulai. Selain mereka ada 15 orang lainnya yang ditahan. Dua orang Prancis, 1 Kanada, 5 Aljazair, dan sisanya Rusia. (sho/asy)











































