Deplu: KBRI Tidak Minta Kasus Ditutup-tutupi

4 Mahasiswa Disiksa di Mesir

Deplu: KBRI Tidak Minta Kasus Ditutup-tutupi

- detikNews
Sabtu, 04 Jul 2009 13:19 WIB
Deplu: KBRI Tidak Minta Kasus Ditutup-tutupi
Jakarta - Departemen Luar Negeri (Deplu) membantah pihak KBRI minta agar kasus penganiayaan 4 mahasiswa Indonesia di Mesir ditutup-tutupi. KBRI hanya ingin berhati-hati memberikan keterangan sebelum persoalannya diklarifikasi ke pemerintah Mesir.

"KBRI tidak minta ditutup-tutupi, tapi hanya berhati-hati menyampaikan. Kita tidak keberatan ini diberitakan, tapi akan lebih baik setelah semua klarifikasi diperoleh dari pemerintah Mesir," kata jubir Deplu Teuku Faizasyah saat dihubungi detikcom, Sabtu (4/7/2009).

Menurut Faiz, pihak KBRI telah mengajukan permintaan kepada pemerintah Mesir untuk melakukan klarifikasi. Mengingat saat ini hari libur, klarifikasi baru bisa dilakukan mulai awal minggu depan. "Kita sudah meminta waktu untuk bertemu pada kesempatan pertama," kata Faiz.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejauh ini, lanjut Faiz, kesan yang ditangkap adalah polisi Mesir melakukan salah tangkap. Para mahasiswa itu saat ini sudah dibebaskan dan telah bertemu dengan pejabat KBRI.

Empat mahasiswa Indonesia di Mesir dianiaya oleh polisi setempat. Mereka ditelanjangi dan disetrum selama 3 hari. Kejadian itu bermula ketika pada 28 Juni lalu polisi Mesir menggerebek kos-kosan mereka untuk mencari mahasiswa asal Tapanuli bernama Ismail Nasution.

Ismail ini dicari polisi karena diketahui membuka situs Ikhwanul Muslimin Online dan diduga menjadi bagian dari jaringan Islam radikal. Tak menemukan Ismail, polisi malah menangkap 4 mahasiswa lain asal Kabupaten Rokanhulu, Pekanbaru. Mereka adalah Faturrahman, Arjil, Ahmad Yunus, dan Tafri Sugand yang merupakan mahasiswa Universitas Al Azhar.
(sho/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads