Presiden: Lanjutkan Budaya Pengabdian

Laporan dari Den Haag

Presiden: Lanjutkan Budaya Pengabdian

- detikNews
Sabtu, 04 Jul 2009 11:06 WIB
Presiden: Lanjutkan Budaya Pengabdian
Den Haag - PPI diharapkan terus melanjutkan untuk membangun budaya unggul dan budaya pengabdian, serta memikirkan bagaimana mengarungi abad 21 menjadi bangsa mandiri.

Harapan presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu disampaikan dalam sambutan melalui teleconference pada pembukaan Simposium Internasional yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) sedunia di Gedung Museon, Denhaag (Jumat, 3/7/2009).

"Kalau saudara sudah terbiasa membangun budaya unggul, inovatif, adaptif dan kontributif untuk bangsanya, tentu akan menjadi sumbangsih luarbiasa dalam upaya membangun bangsa dan negara di abad penuh tantangan ini," ujar presiden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden juga mengharapkan agar PPI terus melakukan pengabdian terhadap negara. Pengabdian ini bisa dilakukan dari manapun. "Tidak masalah mau bekerja di manapun sepanjang bisa berkontribusi untuk bangsa dan negara," demikian preseiden, menanggapi sebuah pertanyaan.

Presiden berharap, hasil dari simposium ini benar-benar bisa disumbangkan kepada pemerintahan mendatang, siapapun yang akan memimpin pemerintahan untuk periode 2009 -2014.

Ketua panitia Ahmad Aditya mengatakan bahwa simposium bertujuan selain untuk membahas situasi dan kondisi di Indonesia, juga memberikan pandangan, masukan serta rekomendasi dari para mahasiswa dan profesional Indonesia di luar negeri mengenai pembangunan Indonesia.

Simposium ini menurut Sekjen PPI Belanda Yohanes 'Masboi' Widodo diikuti oleh 33 utusan PPI dari seluruh dunia, dengan total peserta 200 orang.

Dikatakan bahwa sambutan presiden merupakan bentuk dukungan positif. Sebelumnya, Presiden juga memberi sambutan melalui teleconference dalam konferensi PPI di Denhaag (2008) dan konferensi PPI di Sydney (2007).

(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads