"Ternyata bukan hanya mahasiwa Indonesia, ada juga Perancis, Aljazair, kanada dan sejumlah mahasiswa dari negara lain, yang malam itu sama-sama ditangkap," kata Raidatul Firdaus, kakak salah seorang korban kepada detikcom, Sabtu (4/7/2009).
Tidak jelas bagaimana keadaan mereka saat ini. Namun menurut Raidatul, mereke diduga ditangkap dengan alasan yang sama dengan adiknya, Fahturrahman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan sampai ke kemaluannya," kata Raidatul.
Pertanyaan yang diajukan seputar kegiatan Fahtur selama di Mesir. Bahkan, berdasarkan pengakuan adiknya, ia sempat ditanya soal hubungan dengan Osama Bin Laden.
"Yah adik saya mana tahu, kerjaannya hanya main bola, belajar dan kuliah," tegasnya.
Sistem interogasi yang digunakan pun bak teroris. Mata 4 mahasiswa naas tersebut ditutup selama ditanya di kantor polisi.
Empat mahasiswa asal Riau, Faturrahman, Arjil, Ahmad Yunus, dan Tafri Sugandi digelandang pihak kepolisian Mesir karena diduga terlibat gerakan Islam garis keras di mesir. Mereka juga dianggap bersalah karena salah seorang rekannya telah membuka situs Ihwan Muslim Online.
Keempat mahasiswa semester awal di Universitas Al Azhar itu kemudian dipukuli, ditelanjangi bahkan disetrum. Kabarnya, mereka pun tidak diberi makan selama di dalam tahanan.
(cha/mad)











































