"kalau memang mereka diperlakukan tidak benar akan dimintai pertanggungjawaban," kata Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah saat dihubungi lewat telepon, Jumat (3/7/2009).
Namun informasi yang diperoleh Faiz, sapaan akrabnya, baru sebatas penahanan oleh kepolisian. Terkait kabar soal penyiksaan bahkan sampai tidak diberi makan, pihaknya perlu mengkonfirmasi ulang dengan pejabat setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita baru memperoleh informasi dari pihak ketiga, nanti akan kita telusuri," tutupnya.
Seperti diketahui, 4 mahasiswa asal Riau, Faturrahman, Arjil, Ahmad Yunus, dan Tafri Sugandi digelandang pihak kepolisian Mesir karena diduga terlibat gerakan Islam garis keras di mesir. Mereka juga dianggap bersalah karena salah seorang rekannya telah membuka situs Ihwan Muslim Online.
Keempat mahasiswa semester awal di Universitas Al Azhar itu kemudian dipukuli, ditelanjangi bahkan disetrum. Kabarnya, mereka pun tidak diberi makan selama 3 hari di dalam tahanan. (mad/mad)











































