"Kita berharap pemerintah melayangkan nota protes ke kementerian luar negeri Mesir," kata kakak salah seorang korban, Sainul Muttaqin saat dihubungi detikcom di Pekanbaru, Jumat (3/7/2009).
Sainul mengaku, dalam proses pembebasan adik dan teman-temannya, sudah dibantu oleh pihak KBRI dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Mesir. Namun ia tetap berharap tindakan tegas segera dilakukan, agar kejadian serupa tidak berulang.
"Kenapa polisi Mesir begitu kejam, hanya karena membukas situs online saja," kecamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keempat mahasiswa semester awal di Universitas Al Azhar itu kemudian dipukuli, ditelanjangi bahkan disetrum. Kabarnya, mereka pun tidak diberi makan selama di dalam tahanan.
(mad/mad)











































