"Saya hanya berperan jadi sopir tembak (sopir gadungan). Yang bagian ambil uang penumpang ada lagi," kata Ade (30), sopir tembak Dian Taksi B 1986 AU di Polsektro Tebet, Jl Saharjo, Jakarta Selatan, Jumav (3/7/2009).
Selain Ade yang meminjam taksi dari tetangganya, Ebit, ada juga yang berperan membuntuti taksi. Mereka adalah Zul, Dede, Hen, dan Ul. Si pembuntut itu mencegat taksi saat di jalanan lengang dan sepi pengendara dengan mobil Suzuki Carry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Ade yang tergabung dalam kelompok Datuk, komplotan lain juga dibekuk. Komplotan kedua biasa dikenal sebagai kelompol Zul dan menggunakan IndoTaksi. Saat tertangkap, kelompok Zul sedang menggunakan IndoTaksi B 2301 AC.
"Korban bisa diambil duitnya, perhiasan dan ditodong untuk menguras isi ATM," kata Kapolsek Tebet Yopie Sepang membenarkan penangkapan itu.
(Ari/ken)











































