Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPTKS), Kabupaten Rokan Hulu, M Nasir S dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (3/07/2009).
Nasir menjelaskan, di Desa Batang Kumuh Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rohul Riau, terdapat 300 Kepala Keluarga (KK). Seluruh warga kini nasibnya terancam dengan aksi kekerasan sejumlah preman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah warga yang dibakar, kata M Nasir, seluruhnya merupakan rumah sederhana yang terbuat dari dinding papan dengan atap seng. Rumah itu sudah belasan tahun ditempati para petani sawit.
"Kami sudah lama menempati ladang pertanian ini, namun belakangan tanah kami dijual oknum OKP tanpa persetujuan warga. Anehnya, pihak perusahaan terus merongrong warga dengan berbagai macam ancaman," kata M Nasir.3 Warga Luka BacokNasir juga mengatakan, aksi pembakaran rumah ini menyebabkan 3 warga dilaporkan mengalami luka bacok serta satu orang ditembak."Tiga orang warga kami mengalami luka bacok. Mereka ini dibacok dengan parang karena mereka mempertahankan rumahnya yang mau dibakar. Mereka kini dilarikan ke rumah sakit," kata M Nasir. (cha/djo)











































