Pasien Suspect Flu Babi Bertambah di Medan

Pasien Suspect Flu Babi Bertambah di Medan

- detikNews
Jumat, 03 Jul 2009 15:53 WIB
 Pasien Suspect Flu Babi Bertambah di Medan
Medan - Pasien suspect flu babi terus bertambah di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Setelah merawat satu keluarga berjumlah lima orang yang suspect flu babi beberapa hari lalu, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik, Medan, kembali merawat satu keluarga berjumlah enam orang asal Medan yang terindikasi terjangkit virus H1N1. Hingga Jumat (3/7/2009) jumlah pasien yang telah dirawat menjadi sebelas orang.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Adam Malik, Atma Wijaya mengatakan, keenam pasien baru tersebut juga merupakan satu keluarga, warga Jalan Wahidin Medan.

Keenam pasien terdiri dari seorang bapak berinisia THGS berusia 42 tahun, isterinya berinisial M berusia 36 tahun, tiga orang anaknya masing-masing ART berusia 14 tahun, Iv berumur 9 tahun dan anak bungsu DA berusia 7 tahun serta tantenya berinisial G berusia 39 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan pemeriksaan sementara, panas tubuh pasien THGS terpantau 36,2 derajat celcius dan sang isteri 36,5 derajat. Sementara ketiga anaknya ART 38,9 derajat, Iv 36 derajat dan anak paling bungsu DA 38,5 derajat. Sedangkan G yang merupakan adik THGS tercatat panas tubuhnya 36,6 derajat.

Wijaya menyebutkan, keluarga ini berada dalam satu pesawat dengan keluarga Chong, pasien suspect flu babi sebelumnya, saat pulang berlibur dari Thailand menuju Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (30/6/2009) lalu.

"Kuat dugaan, mereka terindikasi terjangkit virus flu babi saat dalam pesawat, karena mereka satu pesawat dengan seorang penumpang yang mengidap flu babi positif," kata Wijaya.

Guna kebutuhan pemeriksaan sekaligus perawatan intensif, keenam pasien ini  ditempatkan di ruang isolasi di rumah sakit tersebut yang berada di Jl. Bungalow, Medan.
 
Tim dokter RSUP Adam Malik akan mengambil sampel darah dan urine keenam pasien hari ini juga, selanjutnya akan dikirim ke Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI di Jakarta.
(rul/djo)


Berita Terkait